Sebelum penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Bupati bersama jajaran Pemkab SBD terlebih dahulu menjajal langsung wahana arung jeram tersebut. Rombongan memulai dari titik start hingga finish, menyusuri derasnya aliran sungai di Desa Dikira.
Baca Juga: Pemda SBD Siapkan Platform Digital Perencanaan, Bupati: Hindari Duplikasi dan Perkuat Transparansi
Kegiatan ini juga diikuti oleh Sekretaris Daerah Kabupaten SBD, para asisten, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Terlihat Bupati Ratu Wulla dan para pejabat tampak antusias saat mengarungi arus jeram.
Menurut Ratu Wulla, kehadiran wisata rafting di Desa Dikira menjadi terobosan besar dalam pengembangan pariwisata di Sumba Barat Daya.
Ia menilai, destinasi wisata arung jeram ini tidak hanya akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Sumba, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.
Baca Juga: Anggota DPR RI Umbu Rudi Kabunang Dorong Kuda Tanpa Pelana Masuk PON: Ini Jalan Sumba Raih 10 Emas
