Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan niatnya untuk tetap melayani masyarakat.
Bahkan, ketika kios sempat tutup, ia masih membuka diri membantu warga yang membutuhkan transaksi.
“Kalau ada orang butuh, saya tetap bantu. Karena kalau saya berhenti, bagaimana dengan masyarakat yang butuh? Itu yang saya pikirkan,” katanya.
Tak hanya menyediakan layanan keuangan, Veronika juga kerap membantu masyarakat melalui pemberian sembako dalam kondisi tertentu.
Baca Juga: Baru Awal Tahun Sudah Rp4 Miliar! Sumba Barat Daya Yakin PAD 2026 Lampaui Target Rp53 Miliar
Baginya, peran sebagai agen BRILink bukan sekadar perpanjangan tangan lembaga keuangan, tetapi juga bagian dari pengabdian kepada masyarakat.
Saat ini, Agen BRILink Talenta telah mencapai tahap layanan yang stabil, dengan aktivitas transaksi yang konsisten, termasuk referral pinjaman dan penghimpunan simpanan.
Selain itu, layanan juga terhubung dengan berbagai produk keuangan lain seperti PNM dan Pegadaian.
Di tengah segala keterbatasan, Veronika berharap kehadiran agen seperti miliknya terus mendapat dukungan, sehingga dapat memperkuat inklusi keuangan di wilayah pedesaan.
“Apa yang menjadi harapan, kami di agen ini bisa terus membantu masyarakat,” ujarnya.***
