Lucunya Sumba Barat Daya: Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas

  • Bagikan
Di Sumba Barat Daya, hukum tampaknya sedang rajin bekerja. Namun seperti pisau lama, ketajamannya terasa berbeda tergantung siapa yang disentuhnya.
Ilustrasi Lucunya Sumba Barat Daya: Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas. (Pexels/Sora Shimazaki)
WhatsApp Channel Banner

Sumba Barat Daya tentu ingin maju. Kota Tambolaka tentu ingin tertata. Namun kemajuan tidak bisa dibangun di atas rasa ketidakadilan. Menata kota tidak cukup dengan merapikan pedagang, tetapi juga memastikan tata kelola sumber daya berjalan transparan dan bertanggung jawab.

Apalagi ketika persoalan tata ruang masih menjadi pekerjaan rumah. Tanpa pengawasan serius, pembangunan bisa berubah menjadi pembenaran.

Baca Juga: Dapur MBG SBD Krisis Buah Lokal, SPPG Langga Lero Langsung Cek Kebun Semangka di Wewewa Barat

Masyarakat tidak anti-aturan. Mereka hanya ingin satu hal sederhana: konsistensi. Jika pasir laut salah, maka ia salah untuk semua. Jika aturan berlaku, maka ia berlaku tanpa tebang pilih.

Kalau tidak, kita akan terus menyaksikan pemandangan yang sama: gerobak kecil digeser demi estetika, sementara persoalan besar berlalu tanpa suara.

Lucunya Sumba Barat Daya bukan pada rakyatnya yang mencari nafkah. Lucunya ada pada cara kita memahami keadilan.

Dan selama hukum masih terasa lebih berat ke bawah daripada ke atas, publik akan terus bertanya siapa sebenarnya yang sedang ditata?***

Terima kasih 🙏 Anda akan diarahkan ke DANA
  • Bagikan