Tanah Diserobot dan Tanaman Warga Dirusak, Petani di Sumba Barat Daya Hanya Bisa Menangis

  • Bagikan
Tanah Diserobot dan Tanaman Warga Dirusak, Petani di Sumba Barat Daya Hanya Bisa Menangis. (Tenaers/Yanto Tena)
Tanah Diserobot dan Tanaman Warga Dirusak, Petani di Sumba Barat Daya Hanya Bisa Menangis. (Tenaers/Yanto Tena)
WhatsApp Channel Banner

TENAERS — Sejumlah warga Kampung Eru Naga, Desa Weekura, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), hanya bisa menangis setelah tanaman pangan mereka dirusak oleh oknum warga yang diduga berasal dari Kecamatan Wewewa Selatan.

Tanaman yang menjadi tumpuan hidup warga, mulai dari padi, jagung, ubi, keladi, hingga tanaman umur panjang seperti jambu, ikut rusak akibat aksi tersebut.

“Tanaman kami, mulai jagung, padi, keladi, dan ubi sudah dirusak. Tidak hanya itu, tanaman umur panjang juga mereka ambil. Ibarat kata, kami yang tanam, mereka yang panen,” kata Koni Bolo, warga Eru Naga, Senin, 18 Agustus 2025.

Baca Juga: APBD 2025 Biayai 100 Ribu Pekerja Rentan di NTT, DPRD: Ini Bukti Negara Hadir

Koni Bolo tak kuasa membendung air mata saat menceritakan kejadian itu. Ia menuturkan, warga telah melapor ke pemerintah desa, kecamatan, hingga aparat TNI dan Polri. Namun, hingga kini, belum ada solusi.

Lebih dari 100 hektar lahan di Kampung Eru Naga diduga diserobot oleh warga dari Kecamatan Wewewa Selatan. Padahal, menurut warga, lahan tersebut sudah digarap sejak tahun 2002 sebagai kebun pangan keluarga.

“Tanah itu warisan dari orangtua kami, Lelu Nida. Sebelum kami buka kebun, itu masih padang terbuka. Kami yang kerja sejak awal,” ujar Paulus Lelu Bayo.

Baca Juga: Miris! Saat Jepang Luncurkan Robot Penyelamat, Warga SBD Justru Berjuang Dapatkan BBM

  • Bagikan