TENAERS – Arus uang yang terus meninggalkan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi kegelisahan lama pemerintah daerah.
Setiap tahun, masyarakat lebih banyak membelanjakan uangnya untuk produk dari luar wilayah, sementara produk lokal kesulitan menemukan pasar yang stabil.
Kondisi inilah yang mendorong lahirnya NTT Mart sebagai ruang baru untuk memutar ekonomi dari dalam daerah.
Baca Juga: Bukan Sekadar Toko, NTT Mart Jadi Pusat Transaksi UMKM SBD, ASN Wajib Belanja Produk Lokal
NTT Mart resmi hadir di Kota Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah, pada Jumat, 23 Januari 2026.
Pusat pemasaran ini dirancang sebagai etalase bersama produk UMKM dan IKM lokal, sekaligus upaya mengurangi ketergantungan pada barang dari luar daerah.
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadomu, mengungkapkan ketimpangan besar dalam peredaran uang di NTT.
Baca Juga: NTT Mart Diresmikan, UMKM Sumba Barat Dapat Pasar Baru, Ini Pesan Tegas Gubernur NTT
Menurutnya, nilai belanja masyarakat ke luar daerah mencapai Rp57 triliun, sementara uang yang masuk ke NTT hanya sekitar Rp6 triliun.
