Dari Aceh hingga Papua, Cuma NTT yang Sehebat Ini: 3.432 Gereja Katolik Berdiri Megah!

  • Bagikan
Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Selalu Menolong (MBSM) di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur
Gereja Katolik Paroki Maria Bunda Selalu Menolong (MBSM) di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Tenaers/Dok. Istimewa)
WhatsApp Channel Banner

TENAERS — Peta keberagamaan Indonesia tahun 2025 menunjukkan fakta menarik. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menempati posisi teratas sebagai wilayah dengan jumlah gereja Katolik terbanyak di Indonesia, yakni 3.432 unit.

Data Kementerian Agama mencatat, jumlah ini jauh mengungguli provinsi lain. Di bawah NTT, Kalimantan Barat berada di urutan kedua dengan 2.758 gereja, disusul Sumatera Utara di posisi ketiga dengan 2.156 gereja.

Secara nasional, Gereja Katolik di Indonesia melayani 8.672.904 umat dengan dukungan 38 katedral, 1.270 paroki, dan 11.884 stasi. Total jumlah gereja Katolik di Indonesia pada tahun 2025 mencapai 13.925 unit, tersebar di seluruh provinsi.

Baca Juga: Tangis dan Gotong Royong di Gereja Katolik St Yoseph Saronsong: Plafon Roboh, Misa Pindah ke Aula

Berikut daftar lengkap jumlah gereja Katolik di Indonesia berdasarkan data Kementerian Agama tahun 2025:

  1. Nusa Tenggara Timur (NTT): 3.432 unit
  2. Kalimantan Barat: 2.758 unit
  3. Sumatera Utara: 2.156 unit
  4. Papua: 832 unit
  5. Jawa Tengah: 494 unit
  6. Sulawesi Selatan: 424 unit
  7. Lampung: 355 unit
  8. Jawa Timur: 324 unit
  9. Maluku: 297 unit
  10. Sulawesi Utara: 294 unit
  11. Kalimantan Timur: 271 unit
  12. Riau: 243 unit
  13. Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY): 201 unit
  14. Sumatera Selatan: 201 unit
  15. Kalimantan Tengah: 189 unit
  16. Papua Barat: 180 unit
  17. Sulawesi Tengah: 171 unit
  18. Sumatera Barat: 134 unit
  19. Kalimantan Utara: 133 unit
  20. Jawa Barat: 109 unit
  21. Sulawesi Barat: 101 unit
  22. Kalimantan Selatan: 84 unit
  23. DKI Jakarta: 73 unit
  24. Jambi: 72 unit
  25. Kepulauan Riau: 71 unit
  26. Maluku Utara: 70 unit
  27. Sulawesi Tenggara: 60 unit
  28. Bali: 48 unit
  29. Bengkulu: 42 unit
  30. Banten: 36 unit
  31. Kepulauan Bangka Belitung: 31 unit
  32. Aceh: 19 unit
  33. Gorontalo: 10 unit
  34. Nusa Tenggara Barat (NTB): 10 unit
  35. Papua Barat Daya: 0 unit
  36. Papua Pegunungan: 0 unit
  37. Papua Selatan: 0 unit
  38. Papua Tengah: 0 unit

Dari total tersebut, kawasan timur Indonesia menjadi pusat pertumbuhan gereja Katolik paling signifikan. NTT memegang peran utama, diikuti Papua dan Maluku. Daerah-daerah ini menunjukkan persebaran tempat ibadah hingga ke pelosok desa, menjadikan gereja sebagai pusat kehidupan sosial, pendidikan, dan pelayanan masyarakat.

Baca Juga: Jejak Ilahi di Pulau Sumba, Uskup Weetebula Ungkap Tempat Bersejarah Awal Gereja Katolik

Sebaliknya, wilayah seperti Gorontalo dan Nusa Tenggara Barat mencatat jumlah gereja yang sangat sedikit, hanya sepuluh unit di masing-masing provinsi. Sementara empat provinsi hasil pemekaran di Papua, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Tengah, masih tercatat belum memiliki gereja Katolik pada tahun 2025.

  • Bagikan