TENAERS — Sebuah rumah milik seorang ibu beragama Islam di Desa Laboya Dete, Kecamatan Lamboya, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi tempat misa sementara umat Katolik Stasi St Paulus Sodan.
Situasi itu terjadi lantaran gereja setempat masih dalam proses pembangunan dan akses menuju lokasi kerap terputus akibat banjir.
Di tengah kondisi tersebut, Yayasan BRIKasih turun tangan memberikan bantuan senilai Rp27,9 juta untuk mendukung kelanjutan pembangunan gereja yang berada di bawah Paroki St Agustinus Tana Malli.
Baca Juga: BRI Waikabubak Beri Tas dan Alat Tulis untuk Peserta Khitanan Massal di Kodim 1613 Sumba Barat
Ketua Pelaksana Yayasan BRIKasih, Anugro Joko Lestariyo, menegaskan bahwa bantuan itu berasal dari rekan-rekan Kristiani yang bekerja di BRI dan merupakan bagian dari komitmen yayasan menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan.
“Sampaikan salam damai Natal kepada umat. Kami hanya bisa memberi sedikit meskipun tidak banyak,” kata Anugro, Senin, 1 Desember 2025.
Ia menambahkan, Yayasan BRIKasih menjadi kepanjangan tangan Persekutuan Karyawan Kristiani (PKK) BRI dalam menyalurkan bantuan sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.
Ia juga memastikan tidak ada dualisme antara PKK dan Yayasan BRIKasih karena keduanya berjalan dalam satu garis koordinasi.






