Bumi Ini Rumah Bersama: Ketika Hutan Sumba Barat Daya Dibabat, Tambolaka Mulai Tergenang

  • Bagikan
Bumi Ini Rumah Bersama: Ketika Hutan Sumba Barat Daya Dibabat, Tambolaka Mulai Tergenang. (Tenaers/Yanto Tena)
Bumi Ini Rumah Bersama: Ketika Hutan Sumba Barat Daya Dibabat, Tambolaka Mulai Tergenang. (Tenaers/Yanto Tena)
WhatsApp Channel Banner

TENAERS – Detik-detik hujan turun di Kota Tambolaka belakangan ini tak lagi sekadar membawa kesejukan. Air menggenang di sejumlah ruas jalan dan permukiman.

Meski belum menimbulkan kerugian materi, kondisi ini menjadi sinyal awal yang patut diwaspadai. Genangan air seolah mengirim pesan bahwa ada yang keliru dalam cara kita menjaga alam.

Sumba Barat Daya, yang dikenal dengan bentang alam savana dan hutannya yang khas, perlahan kehilangan pelindung alaminya.

Baca Juga: NTT Mart Diresmikan, UMKM Sumba Barat Dapat Pasar Baru, Ini Pesan Tegas Gubernur NTT

Sejumlah kawasan hutan seperti Hutan Yawila, Watu Kanggorok, dan Rokoraka sudah dibabat, baik untuk pembukaan lahan maupun aktivitas lain yang mengabaikan keseimbangan lingkungan. Pepohonan yang dulu menahan air hujan kini tinggal kenangan.

Hutan sejatinya bukan sekadar kumpulan pohon. Ia adalah penyangga kehidupan. Ketika hujan turun, akar-akar pohon menyerap air, menahannya agar tak langsung mengalir deras ke hilir.

Namun saat hutan hilang, air hujan tak lagi punya tempat singgah. Ia turun bebas, mengalir cepat, dan akhirnya membentuk genangan di wilayah perkotaan.

Baca Juga: Indah Tapi Terabaikan! Destinasi Wisata Hits di Sumba Barat Daya Ini Belum Hasilkan Uang

  • Bagikan