TENAERS – Paus Fransiskus memimpin perayaan Minggu Palma di Lapangan Santo Petrus pada Minggu, 13 April 2025 waktu setempat dengan pesan mendalam yang menyentuh hati umat Katolik di seluruh dunia.
Dalam refleksi spiritualnya, Paus menyerukan agar umat beriman tidak larut dalam keputusasaan di tengah penderitaan, melainkan menemukan kekuatan dalam pelukan belas kasih Allah.
Perayaan Minggu Palma yang menandai awal Pekan Suci ini menjadi momen kontemplatif di Vatikan.
Baca Juga: Paus Fransiskus: Lepaskan Semua Beban, Rasakan Kasih Tuhan yang Tak Bersyarat
Paus Fransiskus, yang masih dalam masa pemulihan setelah sempat dirawat karena pneumonia, menyampaikan pesannya melalui teks resmi yang dibagikan oleh Kantor Pers Takhta Suci.
Mengacu pada kisah Sengsara Tuhan dalam Injil Lukas, Paus menggambarkan Yesus yang memikul salib dalam keadaan hina dan lemah, namun tetap menunjukkan iman yang kokoh kepada Bapa-Nya di surga.
“Seperti seorang anak yang berpegangan erat pada leher ayahnya, Yesus berjalan menuju kematian dalam kepasrahan penuh kasih,” ujar Paus dikutip Tenaers.com dari Vatican News, Senin, 14 April 2025.
Baca Juga: Paus Fransiskus: Tuhan Masuk Lewat Luka Kita, Bukan Setelah Kita Sembuh
“Inilah sikap yang hendaknya kita renungkan dan hayati.”
Paus menekankan bahwa dalam hidup ini, setiap orang pasti memiliki luka dan kesedihan, baik secara fisik maupun batin.






