TENAERS – Di tengah dunia yang dilanda kegelisahan dan cemas menatap hari esok, Paus Fransiskus menyalakan kembali nyala harapan.
Dalam refleksi menjelang Tahun Yubileum 2025, ia mengajak dunia menoleh pada satu kebajikan yang sering terlupakan—namun begitu dahsyat, hingga membuat Tuhan pun takjub: harapan.
Bukan yang besar, bukan yang mencolok. Tapi harapan kecil, yang disebut sang Paus sebagai “gadis kecil”, seperti yang digambarkan oleh penyair Prancis Charles Péguy.
Baca Juga: Paus Fransiskus Ajak Dunia Jadi Cahaya: Pesan Haru dari Vigili Paskah di Vatikan
Gadis kecil ini, katanya, gemetar dalam hembusan dosa, goyah dalam angin sepoi, namun tetap teguh menatap cakrawala kekekalan.
“Apa yang membuat-Ku terkejut,” kata Tuhan dalam puisi itu, “adalah harapan. Ia tampak rapuh, namun tidak bisa dipadamkan. Ia kecil, tapi abadi.”
Harapan, kata Paus Fransiskus, bukanlah impian semu atau pelarian dari kenyataan. Ia adalah benih yang ditanam Allah di hati manusia.
Baca Juga: Paus Fransiskus: Lepaskan Semua Beban, Rasakan Kasih Tuhan yang Tak Bersyarat






