TENAERS — Dalam homili pertamanya sebagai Paus, Leo XIV menyerukan agar Gereja Katolik menjadi “ragi kecil” yang membawa persatuan dan kasih di tengah dunia yang dilanda perpecahan, kekerasan, dan kebencian. Seruan ini ia sampaikan pada Misa Peresmian Pelayanan Petrus di Vatikan, Minggu, 18 Mei 2025.
“Saya dipilih tanpa jasa apa pun dari diri saya, dan sekarang, dengan takut dan gentar, saya datang kepada Anda sebagai seorang saudara, yang ingin menjadi pelayan iman dan sukacita Anda,” ujar Paus Leo XIV di hadapan ribuan umat dan pemimpin dunia seperti dikutip dari Vatican News.
Paus Leo XIV, yang dikenal sebagai seorang uskup misionaris dan cucu para migran, kini menjadi Uskup Roma ke-267. Ia menggarisbawahi bahwa Gereja seharusnya tidak membangun tembok eksklusivitas atau merasa superior dari dunia, melainkan menjadi tanda belas kasih dan pengharapan.
Baca Juga: Ucapan Prabowo untuk Paus Baru: Pancasila dan Visi Vatikan Bertemu di Titik yang Sama
“Gereja adalah umat yang berdosa dan telah diampuni,” ujarnya. “Karena itu, kita harus menjauhi sikap merasa lebih unggul dan memilih jalan kerendahan hati seperti Kristus.”
Ia menegaskan bahwa pelayanan Gereja bukanlah soal kekuasaan atau propaganda agama, melainkan pelayanan kasih dan pemberian diri. Dalam gaya tutur yang sederhana namun tajam, Paus menolak keras godaan untuk menjadikan agama sebagai alat kekuatan politik atau komersialisasi spiritualitas.
“Tidak pernah ada masalah menangkap orang lain dengan paksa, melalui propaganda atau strategi kekuasaan,” katanya. “Sebaliknya, ini selalu dan hanya masalah mengasihi seperti yang Yesus lakukan.”






