Yang tak kalah menjanjikan adalah dropship dan affiliate marketing. Mahasiswa bisa menjual barang dari supplier tanpa perlu menyimpan stok.
Cukup promosi lewat media sosial atau e-commerce, komisi langsung masuk saat produk terjual.
Banyak yang memanfaatkan program afiliasi dari Tokopedia, Shopee, hingga TikTok Shop.
Baca Juga: Babi Kecap Bumbu Rempah, Wangi Menggoda Sampai Tetangga Ikut Lapar
Social media management pun mulai digeluti para mahasiswa, terutama yang aktif di platform seperti Instagram atau TikTok.
Usaha kecil hingga tokoh publik kerap mencari anak muda kreatif untuk mengelola akun mereka.
Dengan sedikit pengalaman dan portofolio, mahasiswa bisa meraih penghasilan tetap tiap bulan.
Baca Juga: Zodiak-Zodiak Paling Flirty dan Rawan Selingkuh, Kamu Termasuk?
Tak ketinggalan, bimbingan belajar online atau les privat juga banyak dipilih oleh mahasiswa jurusan pendidikan atau eksak.
Modalnya sederhana, cukup laptop, Zoom, dan materi pelajaran. Target pasarnya pun luas, dari anak SD hingga SMA yang membutuhkan tambahan belajar.
Semua bisnis ini memiliki kesamaan: bisa dilakukan di waktu fleksibel dan nyaris tanpa modal besar. Bahkan banyak yang memulai hanya dengan satu akun media sosial.
Jadi, daripada waktu luang hanya dipakai untuk scroll media sosial atau rebahan, kenapa tidak dimanfaatkan untuk mulai membangun bisnis dari sekarang? Siapa tahu, cuan yang didapat justru lebih besar daripada uang jajan dari rumah.***


