Harga Naik, Investor Kabur: Simpan Uangmu dengan Cara Ini Agar Tetap Aman

  • Bagikan
Ilustrasi uang rupiah. (Pexels/Robert Lens)
Ilustrasi uang rupiah. (Pexels/Robert Lens)
WhatsApp Channel Banner

TENAERS — Perekonomian Indonesia tengah menghadapi tekanan berat usai kebijakan tarif impor tinggi yang diterapkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Kebijakan tersebut langsung berdampak pada pelemahan nilai tukar Rupiah dan anjloknya pasar saham domestik.

Trump secara mengejutkan menerapkan tarif impor global sebesar 32 persen terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia, pada 3 April 2025 lalu.

Baca Juga: Kalau Zodiaknya Ini, Jangan Lepas! Mereka Pacar yang Selalu Ada Buat Kamu

Kebijakan ini memicu gejolak pasar yang membuat nilai tukar Rupiah melemah hingga menyentuh Rp16.750 per USD.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun mengalami penurunan tajam hingga 9 persen pada 8 April, memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

CEO dan Founder FINETIKS, Cameron Goh, menyatakan keprihatinannya atas dampak kebijakan tersebut terhadap ekonomi nasional.

Baca Juga: Paus Fransiskus: Lepaskan Semua Beban, Rasakan Kasih Tuhan yang Tak Bersyarat

Ia menilai saat ini merupakan momentum penting bagi masyarakat untuk mengelola keuangan secara lebih hati-hati.

“Kombinasi potensi tarif tinggi, pelemahan mata uang, dan penurunan pasar saham menunjukkan ketidakpastian global sedang nyata di depan mata. Ini saatnya kita, sebagai masyarakat, bersikap lebih bijak dalam mengelola keuangan,” ujar Cameron, Kamis 10 April 2025.

Simpan Uang dengan Cara Cerdas

Goh memberikan beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga stabilitas keuangan pribadi di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

  • Bagikan