Baca Juga: Modal Receh, Cuan Gede! 10 Ide Bisnis Rp300 Ribu yang Bisa Kamu Coba
1. Pegang Uang Tunai
Langkah pertama yang direkomendasikan adalah menyimpan cadangan kas atau uang tunai.
Pendekatan ini terinspirasi dari strategi investor legendaris Warren Buffett, yang dikenal menyimpan kas dalam jumlah besar saat terjadi krisis.
“Holding cash saat pasar panik bukan berarti takut ambil risiko, justru itulah strategi jangka panjang yang membuat Buffett semakin kaya ketika orang lain terpuruk,” jelas Goh.
Baca Juga: Harga Samsung Galaxy A06 5G Anjlok! Cek Spesifikasi dan Apa Saja Minusnya
2. Prioritaskan Kebutuhan Utama
Di tengah naiknya harga barang impor, masyarakat disarankan untuk menahan diri dari pembelian yang tidak esensial.
Fokus utama sebaiknya dialihkan pada kebutuhan pokok seperti pangan, kesehatan, dan pendidikan.
3. Siapkan Dana Darurat
Dana cadangan atau dana darurat menjadi penting dalam menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu.
Baca Juga: Lagi Cari HP Murah? 5 Rekomendasi HP OPPO Rp1 Jutaan Ini Layak Banget Dibeli!
Dana ini bisa menjadi penyelamat saat terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) atau lonjakan harga kebutuhan.
4. Pilih Produk Tabungan yang Fleksibel dan Menguntungkan
Masyarakat juga disarankan untuk mulai menyisihkan dana ke instrumen tabungan yang aman namun tetap memberikan imbal hasil yang baik.
Baca Juga: Bikin Irit dan Awet! Ini Oli Paling Cocok untuk Honda Supra X 125
Produk-produk seperti deposito fleksibel atau tabungan berjangka dengan bunga kompetitif bisa menjadi pilihan.
Di tengah gejolak global dan ketidakpastian ekonomi domestik, langkah-langkah sederhana ini bisa menjadi kunci untuk menjaga daya tahan finansial masyarakat.***


