TENAERS — Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Mitigasi Risiko Pangan bagi jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Program ini merupakan upaya menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Untuk periode Oktober dan November 2025, bantuan diberikan dalam bentuk pangan langsung, yaitu beras sebanyak 20 kilogram per keluarga.
Baca Juga: Dibuka Terbatas! SPBU di Sumba Butuh Pengawas Baru, Cek Syaratnya Sebelum Terlambat!
Program ini dijalankan melalui Perum Bulog yang bertugas menyalurkan bantuan hingga ke titik distribusi di desa-desa dan kelurahan.
Penyaluran bantuan pangan tersebut dianggarkan sekitar Rp7 triliun dan ditujukan kepada sekitar 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM).
Dengan skema ini, pemerintah berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus terbebani oleh kenaikan harga beras yang kerap terjadi menjelang akhir tahun.
Menariknya, terdapat peluang tambahan bantuan berupa 10 kilogram beras lagi yang akan diberikan pada Desember 2025.
Tambahan ini akan direalisasikan jika anggaran yang tersedia belum sepenuhnya terserap.
Dengan demikian, masyarakat berpotensi menerima total hingga 30 kilogram beras hingga akhir tahun.






