Baca Juga: Terjawab! Kapan Pelantikan PPPK Paruh Waktu 2025 Digelar? Berikut Bocoran Jadwalnya
Bantuan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat di tengah pergeseran musim panen dan meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.
Distribusi beras diutamakan agar berjalan merata, sehingga seluruh penerima manfaat bisa mendapatkan bantuan sesuai jadwal.
Program ini diharapkan mampu menekan dampak inflasi pangan serta menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok.
Baca Juga: BLT Rp1,2 Juta Bisa Masuk Rekening BRI, Simak Cara Daftarnya di Sini
Selain itu, bantuan pangan ini juga menjadi strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Bagi masyarakat yang tidak menerima bantuan beras, tersedia pula skema lain seperti Bantuan Langsung Tunai Desa atau bantuan tambahan daerah yang biasanya disalurkan dalam bentuk uang tunai senilai Rp300 ribu hingga Rp600 ribu.
Bantuan tersebut ditujukan bagi kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan keluarga dengan penghasilan tidak tetap.
Baca Juga: Kerja di Indomaret Sumba? Ini Posisi Favorit yang Bisa Kamu Lamar Sekarang Juga!
Dengan adanya program BLT Mitigasi Risiko Pangan ini, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap rumah tangga berpendapatan rendah memiliki akses terhadap kebutuhan pangan pokok.
Langkah ini juga diharapkan dapat mengurangi beban ekonomi keluarga menjelang akhir tahun sekaligus membantu mereka menjaga ketahanan gizi di masa-masa sulit.***






