Di sinilah peran agen seperti BRILink menjadi semakin penting. Selain melayani transaksi seperti tarik tunai, transfer, dan pembayaran tagihan, agen juga berfungsi sebagai perpanjangan tangan bank dalam memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat.
Dalam konteks kebijakan makro, langkah ini sejalan dengan upaya Bank Indonesia (BI) dalam mendorong perluasan akses keuangan dan digitalisasi sistem pembayaran.
BI menekankan pentingnya menghadirkan layanan keuangan yang mudah dijangkau, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki akses ke bank atau yang berada di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.
Secara konkret, kehadiran BRILink telah memberikan dampak signifikan, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan. Di desa, agen BRILink membantu masyarakat menghemat waktu dan biaya karena tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke kantor bank atau ATM. Sementara di kota, layanan ini memberikan alternatif transaksi yang cepat dan praktis di tengah mobilitas masyarakat yang tinggi.
