Semakin sering hal ini terjadi, maka semakin cepat kemampuan baterai menurun.
Untuk menjaga agar baterai tetap awet, disarankan untuk mengecas dari 20 persen dan mencabut sekitar 80-90 persen, bukan menunggu sampai 0 persen dan mengisi hingga penuh.
2. Mencegah Panas Berlebih
Pengisian dari kondisi baterai kosong sering menyebabkan ponsel menjadi panas. Panas berlebih ini berbahaya karena bisa merusak komponen internal dan mempercepat degradasi baterai.
Dengan mengisi daya pada level 20-30 persen, suhu perangkat lebih stabil dan proses pengisian berlangsung lebih aman.
Baca Juga: Ternyata, Cas HP Nggak Harus Sampai 100 Persen! Ini Alasannya
3. Umur Baterai Lebih Panjang
Baterai lithium-ion yang umum digunakan pada smartphone saat ini memiliki rentang tegangan ideal.
Menjaga pengisian di antara 20-80 persen membantu baterai bekerja di kondisi optimal dan memperpanjang masa pakainya.
4. Pengisian Lebih Cepat dan Efisien
Saat baterai tidak terlalu rendah, proses pengisian berlangsung lebih cepat. Ini karena baterai tak perlu ‘bekerja keras’ dari kondisi ekstrim (kosong total).
Hasilnya, Anda tak perlu menunggu lama dan baterai pun lebih awet.
Baca Juga: Cari HP Murah Tapi Kuat? Ini 4 Pilihan Tahan Banting Mulai Rp1 Juta
Tips Tambahan
- Gunakan charger original atau yang sudah bersertifikasi
- Hindari mengecas sambil bermain game berat
- Jangan terlalu sering mengisi daya hingga 100 persen
- Matikan fitur yang tidak digunakan saat mengecas
Jadi, mulai sekarang ubah kebiasaan mengecas HP Anda. Jangan tunggu baterai habis total, karena itu bisa mempercepat kerusakan.
Isi daya saat baterai berada di 20-30 persen, dan rasakan sendiri perbedaan performanya dalam jangka panjang.***






