Semakin sering baterai dikosongkan total, semakin besar risiko kerusakan permanen.
Menurut para ahli teknologi, cara terbaik untuk mengisi daya baterai smartphone adalah ketika persentasenya sudah mencapai 20-30 persen, bukan menunggu benar-benar kosong. Mengapa demikian?
1. Menghindari Siklus Pengisian Penuh
Setiap kali Anda mengisi baterai dari 0 persen hingga 100 persen, itu dihitung sebagai satu siklus penuh.
Baca Juga: Tablet 1 Jutaan Bikin Heboh! Infinix Xpad vs Redmi Pad SE, Siapa Jawaranya?
Semakin sering hal ini terjadi, maka semakin cepat kemampuan baterai menurun.
Untuk menjaga agar baterai tetap awet, disarankan untuk mengecas dari 20 persen dan mencabut sekitar 80-90 persen, bukan menunggu sampai 0 persen dan mengisi hingga penuh.
2. Mencegah Panas Berlebih
Pengisian dari kondisi baterai kosong sering menyebabkan ponsel menjadi panas. Panas berlebih ini berbahaya karena bisa merusak komponen internal dan mempercepat degradasi baterai.
Dengan mengisi daya pada level 20-30 persen, suhu perangkat lebih stabil dan proses pengisian berlangsung lebih aman.
