Kini, mereka hanya menunggu hasil penetapan dari Badan Kepegawaian Negara sebelum menyerahkan SK pengangkatan pada awal November 2025.
Baca Juga:Dari Aceh hingga Papua, Cuma NTT yang Sehebat Ini: 3.432 Gereja Katolik Berdiri Megah!
Lebih lanjut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa disebut telah menyiapkan langkah strategis untuk mempercepat peralihan status tersebut.
Ia memastikan kebijakan ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memberikan kepastian karier bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi.
Sementara itu, Ketua FKGHN Jatim, Subagio, berharap mekanisme peralihan ke PPPK penuh waktu nantinya mempertimbangkan aspek keadilan, termasuk usia honorer sebagai prioritas utama.
Baca Juga:Gelar Malam Keakraban, Mahasiswa Fisika Weetebula Buktikan Bahwa Fisika Tak Sekaku Rumusnya
βAliansi R2 R3 Jatim dan FKGHN tetap berkomitmen untuk mengawal hingga semua tenaga honorer benar-benar mendapatkan SK PPPK tahun ini,β tegasnya.
Dengan kebijakan baru ini, harapan ribuan PPPK paruh waktu mulai menemukan titik terang.
Pemerintah menegaskan, tidak ada lagi tenaga honorer yang akan dibiarkan menggantung.
Saat formasi tersedia, pintu ASN penuh waktu terbuka lebar tanpa tes ulang, tanpa penundaan.***






