Baca Juga: Tangis Dunia di Doa Paskah Paus Fransiskus: Yang Diserang Itu Manusia, Bukan Target!
Pada 1999, ia kembali ke AS dan kemudian menjabat sebagai Prior Jenderal Ordo Agustinian selama dua periode berturut-turut hingga 2013.
Dipercaya Paus Fransiskus hingga Jadi Kardinal
Pada 2014, Paus Fransiskus mengangkatnya sebagai Administrator Apostolik di Chiclayo, Peru, lalu Uskup Chiclayo pada 2015. Kariernya terus menanjak: dipercaya sebagai anggota Kongregasi untuk Klerus, kemudian Prefek Dikasteri untuk Para Uskup—jabatan tinggi di Vatikan yang sangat strategis.
Tahun 2024, ia ditunjuk menjadi Kardinal dan mendapat gelar kehormatan sebagai Uskup Suburbikaris Albano pada Februari 2025, menandakan tingkat kepercayaan tinggi dari Tahta Suci.
Baca Juga: Jejak Ilahi di Pulau Sumba, Uskup Weetebula Ungkap Tempat Bersejarah Awal Gereja Katolik
Kini Menjadi Paus Leo XIV
Dengan pengalaman internasional, semangat pelayanan di tengah umat miskin, dan akar Agustinian yang kuat, Kardinal Prevost terpilih sebagai Paus dan memilih nama Leo XIV.
Nama ini dipercaya sebagai penghormatan terhadap tradisi teologis dan pastoral Gereja, sekaligus simbol arah baru yang ingin ia tempuh: inklusif, pembaruan, dan pelayanan yang membumi.
“In Illo uno unum”, semboyan episkopalnya yang berarti “Dalam Yang Satu, kita menjadi satu,” menjadi penanda visi Paus baru ini: menyatukan Gereja dalam semangat persaudaraan sejati.***






