TENAERS – Gereja Katolik universal merayakan momen bersejarah pada 19 Oktober 2025, ketika Peter To Rot secara resmi dikanonisasi sebagai santo.
Peristiwa ini menjadi pengakuan mendalam terhadap peran kaum awam dalam kehidupan Gereja serta penegasan bahwa kekudusan dapat tumbuh dalam kehidupan keluarga dan keseharian yang sederhana.
Peter To Rot lahir pada 5 Maret 1912 di Rakunai, Britania Baru Timur, Papua Nugini.
Baca Juga: Dari Aceh hingga Papua, Cuma NTT yang Sehebat Ini: 3.432 Gereja Katolik Berdiri Megah!
Ia tumbuh di tengah keluarga Katolik yang berakar kuat pada tradisi iman, hasil dari karya para Misionaris Hati Kudus (MSC).
Sejak muda, Peter dikenal memiliki kepekaan rohani dan semangat pelayanan yang tinggi.
Meskipun tidak dapat melanjutkan pendidikan imamat karena keterbatasan sumber daya, ia tetap mengabdikan dirinya sebagai katekis awam di desanya.
Baca Juga: Motor Imam Katolik di Sumba Dicuri, Ditemukan di Semak-Semak!
Sebagai katekis, Peter To Rot menjadi penopang iman bagi komunitas Katolik di wilayah terpencil.
Ia mengajar anak-anak, memimpin doa, mempersiapkan sakramen, dan mengunjungi orang sakit dengan penuh dedikasi.
Kehidupan keluarga bersama istrinya, Paula Ia Varpit, dan anak-anak mereka menjadi teladan nyata tentang bagaimana iman dapat dihidupi dalam kesederhanaan rumah tangga.
Baca Juga: Doa Katolik Ini Bikin Hati Tenang Setelah Dihantam Masalah Hidup






