Lebih lanjut, Paus menyebut Charis sebagai “jantung yang berdetak, memompa darah ke seluruh tubuh.”
Organisasi ini, katanya, bukan hanya melayani komunitas Karismatik, tetapi juga menunjukkan keterbukaan terhadap dimensi universal Gereja.
Dalam pesannya, Paus juga mengingatkan pentingnya bekerja sama dengan komunitas lain, terutama paroki, dan menekankan bahwa penghormatan terhadap para pemimpin gereja hendaknya tidak menjadi sumber konflik.
“Bersiaplah selalu untuk bekerja sama dengan orang lain, terutama dengan komunitas paroki Anda, dan Tuhan akan memberkati Anda dengan buah yang melimpah,” ujarnya.
Seruan ini datang di tengah situasi global yang masih diwarnai ketegangan sosial, konflik, dan krisis kemanusiaan.
Paus mengajak seluruh umat untuk menjadi saksi nyata perdamaian, dimulai dari komunitas kecil hingga lingkup yang lebih luas.***






