Namun menurutnya, iman menjadi jangkar yang menahan kita dari keputusasaan dan kepahitan.
“Kita semua memiliki kesedihan,” ujarnya.
Baca Juga: Paus Fransiskus Ajak Dunia Rasakan Cinta dan Perdamaian Tuhan
“Namun, iman membantu kita untuk tidak menyerah, tidak menutup diri, tetapi justru merasa dipeluk oleh kasih Tuhan.”
Sebelum menutup misa, Paus menyampaikan doa khusus bagi para korban perang, kemiskinan, dan bencana alam, termasuk keluarga korban runtuhnya gedung di Santo Domingo.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas doa-doa dari umat yang mendukung proses penyembuhannya.
Baca Juga: Jejak Ilahi di Pulau Sumba, Uskup Weetebula Ungkap Tempat Bersejarah Awal Gereja Katolik
“Dalam kelemahan fisik saya, doa-doa kalian membuat saya lebih merasakan kedekatan dan kelembutan Tuhan,” tutur Paus.
“Saya juga mendoakan kalian, dan memohon agar kita bersama-sama mempercayakan semua orang yang menderita kepada Tuhan.”
Minggu Palma menjadi pengingat, tidak hanya akan pengorbanan Yesus Kristus, tetapi juga akan panggilan untuk tetap berharap, beriman, dan peduli pada sesama, terutama mereka yang sedang dalam penderitaan.***






