Keteguhan imannya terlihat dalam perjuangannya menentang praktik poligami, termasuk menentang pernikahan kedua yang ingin dilakukan oleh kakak laki-lakinya sendiri.
Akibat perjuangan ini, ia sempat dipenjara dan akhirnya meninggal akibat diracun pada Juli 1945.
Sebelumnya, Peter To Rot telah memperoleh beatifikasi dari Paus Santo Yohanes Paulus II pada 17 Januari 1995 di Port Moresby.
Dengan keputusan terbaru dari Paus Fransiskus, ia kini resmi menjadi santo pertama yang berasal dari Papua.
Kabar ini disambut dengan sukacita oleh umat Katolik, khususnya di Papua Nugini dan kawasan Pasifik.
Sosoknya yang penuh dedikasi diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang dalam menegakkan nilai-nilai iman dan kebaikan.***






