Paus menegaskan bahwa harapan bukan hanya milik umat beriman, melainkan amanah bersama untuk dibagikan kepada sesama manusia.
Dalam homili tersebut, ia juga mengajak semua orang untuk tidak menyerah pada kegelapan zaman, melainkan menjadi bagian dari solusi menjadi cahaya yang membawa pengharapan.
“Seluruh hidup kita dapat menjadi kehadiran harapan,” katanya.
Baca Juga: Paus Fransiskus: Jangan Biarkan Perbedaan Jadi Penyebab Konflik!
“Untuk mereka yang kehilangan arah, yang dilanda penderitaan, mari kita bawa harapan Paskah!”
Lebih dari 5.000 umat menghadiri Vigili Paskah ini, membawa lilin dan doa masing-masing.
Momen ini menjadi simbol kuat tentang bagaimana cahaya, meski kecil, mampu mengusir gelap.
Baca Juga: Kabar Gembira! Orang Papua Ini Resmi Jadi Santo Katolik
Di penghujung pesannya, Paus mengajak semua pihak untuk memberi ruang bagi cahaya Tuhan dalam hidupnya dan menjadi pembawa harapan di manapun berada.
“Mari kita beri ruang bagi cahaya Tuhan yang Bangkit! Dan kita akan menjadi pembangun harapan bagi dunia,” tutupnya.
Perayaan sakral ini tidak hanya menyentuh umat Katolik, tetapi juga menginspirasi banyak orang di seluruh dunia untuk tetap menyalakan cahaya harapan, sekecil apa pun itu.***






