Mereka akan memberikan suara terhadap berbagai Proposisi yang telah dirumuskan berdasarkan hasil diskusi dan refleksi selama empat tahun terakhir.
Dalam pesan yang disampaikan, Paus Fransiskus menyoroti pentingnya sukacita sebagai bagian dari iman Kristiani.
Ia merujuk pada tema utama Proposisi, “Agar Sukacita Menjadi Penuh,” dan menekankan bahwa sukacita sejati bukanlah kebahagiaan yang dangkal atau sekadar menghindari penderitaan, melainkan keyakinan bahwa Tuhan selalu hadir dalam setiap situasi.
“Sukacita Kristiani adalah percaya kepada Allah dalam setiap keadaan, bahkan di tengah penderitaan sekalipun. Ini adalah sukacita yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam berbagi dengan sesama,” kata Paus.
Paus Fransiskus juga berbagi pengalaman pribadinya saat menjalani perawatan medis, di mana ia merasakan betapa dekatnya Tuhan dalam masa-masa sulit.
Saat para peserta sinode bersiap untuk memberikan suara terhadap Proposisi yang dianggap krusial bagi masa depan Gereja di Italia, Paus Fransiskus mengajak mereka untuk membuka hati terhadap bimbingan Roh Kudus.
“Gereja bukan tentang mayoritas atau minoritas, melainkan tentang umat Allah yang kudus dan setia, yang berjalan melalui sejarah dengan diterangi oleh Sabda dan Roh,” tegasnya.***






