Dalam kesempatan tersebut, Paus Fransiskus juga mengajak para peserta ziarah Yubileum untuk menjadi saksi dan pelopor perdamaian.
Ia menegaskan bahwa panggilan utama umat Katolik adalah menciptakan persatuan, bukan perpecahan.
“Pengalaman ini tidak dimaksudkan hanya untuk Anda sendiri,” katanya.
“Sebaliknya, ini adalah sebuah pengalaman yang harus dibagikan kepada dunia sebagai sumber harapan dan perdamaian.”
Pesan ini selaras dengan misi Charis yang berdedikasi untuk melayani gerakan Pembaruan Karismatik Katolik di seluruh dunia.
Sejak didirikan pada 2018, organisasi ini telah berperan sebagai penghubung antara berbagai komunitas Katolik yang mengutamakan semangat persaudaraan.
Paus menutup pesannya dengan harapan agar umat Katolik selalu mengedepankan kerja sama dan menghindari pertikaian akibat perbedaan pendapat.
Menurutnya, keberagaman dalam Gereja seharusnya menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
“Rasa hormat kepada para pemimpin dan sesama umat tidak boleh menjadi penyebab konflik,” pungkasnya.***






