TENAERS – Setelah keluar dari Rumah Sakit Gemelli Roma pada Minggu, 23 Maret, Paus Fransiskus kini tengah memulihkan diri di kediamannya, Casa Santa Marta.
Dalam kondisi pemulihan ini, Paus tetap menyampaikan pesan kepada umat beriman untuk tidak pernah kehilangan harapan, bahkan ketika merasa tidak mampu untuk berubah.
Pesan tersebut disampaikan melalui teks yang telah disiapkan untuk Audiensi Umum hari Rabu, yang kemudian diterbitkan oleh Kantor Pers Takhta Suci.
Sejak kepulangannya, tim medis menyarankan Paus untuk beristirahat selama dua bulan demi pemulihan yang optimal.
Oleh karena itu, Kantor Pers terus mendistribusikan katekese yang telah disusun sebelumnya, sebagaimana yang dilakukan selama masa perawatan beliau di rumah sakit.
Dalam katekesenya, Paus Fransiskus merenungkan perjumpaan Yesus dengan pemungut cukai Zakheus, sebagaimana diceritakan dalam Injil Lukas.
Menurut Paus, Zakheus adalah seseorang yang telah kehilangan arah.
“Mungkin ia membuat pilihan yang salah, atau mungkin kehidupan membawanya pada situasi yang sulit untuk dihindari,” ungkapnya dikutip Tenaers.com dari Vatican News, Rabu, 2 April 2025. Zakheus menjadi kaya, tetapi dengan mengorbankan orang lain.
Meskipun terjebak dalam kehidupannya yang penuh dosa, Zakheus tetap memiliki keinginan kuat untuk bertemu Yesus. Dengan keterbatasannya, ia tidak menyerah.
“Zakheus menemukan solusi,” kata Paus. “Namun, itu membutuhkan keberanian, kemauan untuk mengabaikan konvensi sosial, dan kerendahan hati untuk bertindak seperti anak kecil.”
Zakheus pun memanjat pohon untuk melihat Yesus. Namun, yang tak terduga pun terjadi.
Yesus melihat ke atas, bukan untuk mencela, tetapi untuk menunjukkan belas kasih.






