Paus Fransiskus: Jangan Pernah Kehilangan Harapan, Meski Sulit Berubah

  • Bagikan
Paus Fransiskus memeluk seorang ibu yang kehilangan putrinya yang berusia 4 tahun (Tenaers/Vatican News)
Paus Fransiskus memeluk seorang ibu yang kehilangan putrinya yang berusia 4 tahun (Tenaers/Vatican News)
WhatsApp Channel Banner

“Orang banyak mungkin berharap Yesus akan menegurnya, tetapi mereka kecewa,” ujar Paus.

Sebaliknya, Yesus justru berkata kepada Zakheus, ‘Hari ini Aku harus menumpang di rumahmu!’”

Paus menekankan bahwa Tuhan tidak pernah melewatkan mereka yang terhilang.

Kisah Zakheus menggambarkan bagaimana Tuhan mencari orang yang tersesat dan memberikan mereka sukacita sejati.

“Itu adalah sukacita seseorang yang merasa diperhatikan, diakui, dan terutama, diampuni,” tambahnya.

Lebih lanjut, Paus menegaskan bahwa belas kasih Tuhan sering kali sulit diterima, terutama ketika Ia mengampuni mereka yang menurut kita tidak pantas menerimanya.

“Namun, di sinilah letak keagungan belas kasih-Nya,” tegasnya.

Paus Fransiskus mengajak umat beriman untuk meneladani Zakheus yang tidak hanya memiliki keinginan untuk berubah, tetapi juga mengambil langkah konkret.

“Tekadnya tidak samar atau abstrak; ia memeriksa hidupnya dan menemukan titik awal untuk perubahannya.”

Dengan semangat ini, Paus mengimbau agar umat tidak kehilangan harapan, meskipun merasa sulit untuk berubah.

“Marilah kita belajar dari Zakheus untuk tidak berputus asa, dan terutama, membiarkan diri kita ditemukan oleh belas kasih Allah,” pungkasnya.***

  • Bagikan