TENAERS — Dalam homili khusus untuk memperingati Yubelium Orang Sakit dan Tenaga Kesehatan yang berlangsung pada 5 dan 6 April, Paus Fransiskus menyampaikan pesan mendalam tentang penderitaan, kasih, dan kehadiran Tuhan dalam kehidupan manusia.
Mengambil inspirasi dari Kitab Nabi Yesaya dan bacaan Injil hari itu, Paus Fransiskus mengajak umat untuk merenungkan makna penderitaan dan kasih Tuhan yang melampaui batas kondisi manusia.
Homili tersebut dibacakan oleh Uskup Agung Rino Fisichella di hadapan umat yang hadir dalam perayaan khusus di Vatikan.
Baca Juga: Paus Fransiskus Ajak Dunia Rasakan Cinta dan Perdamaian Tuhan
Dalam refleksinya, Paus Fransiskus menyoroti pengalaman bangsa Israel yang dibuang ke tanah asing, dan bagaimana justru dalam masa pencobaan itulah sebuah bangsa baru lahir.
Ia lalu menghubungkan pengalaman itu dengan kisah seorang perempuan berdosa dalam Injil yang hampir dirajam, namun diselamatkan oleh Yesus.
“Perempuan itu dikutuk dan dikucilkan. Namun, Yesus menghentikan para penuduhnya dan berkata, ‘Pergilah. Kamu bebas. Kamu diselamatkan’,” ujar Paus dikutip dari Vatican News, Senin, 7 April 2025.
Baca Juga: Bukan Sekadar Iman, Ini Seruan Paus Fransiskus agar Gereja Jadi Obat Bagi Dunia
Lebih lanjut, Paus Fransiskus menyampaikan bahwa Tuhan tidak menunggu manusia menjadi sempurna sebelum hadir dalam hidup mereka.
“Ia masuk ke dalam luka-luka kita. Ia mengetuk pintu kita, bukan karena kita menderita, tetapi karena kita menderita,” tegasnya.






