Sejak usia muda, ia memiliki riwayat masalah pernapasan dan pernah menjalani operasi pengangkatan sebagian paru-paru pada tahun 1957. Gangguan serupa terus berulang di masa kepausannya, termasuk membatalkan kunjungan ke Uni Emirat Arab pada 2023 karena masalah paru-paru.
Baca Juga: Tangis Dunia di Doa Paskah Paus Fransiskus: Yang Diserang Itu Manusia, Bukan Target!
Pada April 2024, Paus Fransiskus telah menyetujui pembaruan tata cara pemakaman Paus melalui edisi kedua Ordo Exsequiarum Romani Pontificis. Dalam ritus ini, jenazah langsung ditempatkan di peti mati di dalam kapel, dan upacara difokuskan pada kesaksian iman, bukan simbol-simbol kekuasaan duniawi.
βRitus ini menegaskan bahwa pemakaman Paus adalah pemakaman seorang gembala dan murid Kristus,β ujar Uskup Agung Diego Ravelli, Pemimpin Upacara Apostolik.
Paus Fransiskus akan dikenang sebagai pemimpin yang rendah hati, berpihak pada kaum miskin, dan gigih menyerukan perdamaian dunia. Ia meninggal pada hari yang penuh makna bagi umat Kristiani, Hari Paskah simbol kebangkitan dan harapan.***






