Baca Juga: Mantan Misionaris di Peru, Kini Paus! Inilah Profil Lengkap Leo XIV
Seruan ini menjadi gambaran awal arah kepausan Leo XIV yang diyakini akan menekankan gaya kepemimpinan yang dialogis, rendah hati, dan dekat dengan umat.
Paus juga mengangkat kembali citra Gembala Baik yang selama ini digaungkan oleh pendahulunya, Paus Fransiskus.
Ia menggambarkan pemimpin Gereja sebagai seseorang yang berjalan di depan, di tengah, dan di belakang kawanan domba—untuk menuntun, menemani, dan memelihara semua, terutama yang lelah dan tertinggal.
Baca Juga: Dari Vatikan ke Dunia: Paus Fransiskus dan Pesan Perdamaian Paskah yang Mengubah Dunia
Mengakhiri homilinya, Paus Leo XIV menyerukan kepada seluruh Gereja untuk membuka diri, keluar dari kelompok kecil, dan membawa Injil kasih ke tengah dunia yang terluka.
“Kita dipanggil untuk menawarkan kasih Allah kepada semua orang, menjadi tanda persatuan dan persekutuan—ragi kecil bagi dunia yang berdamai,” pungkasnya.***






