Baca Juga: Dari Vatikan ke Dunia: Paus Fransiskus dan Pesan Perdamaian Paskah yang Mengubah Dunia
“Kita ingin menjadi ragi kecil persatuan, persekutuan, dan persaudaraan di dalam dunia,” tegasnya.
Paus juga menyoroti berbagai tantangan global mulai dari konflik, kebencian, ketimpangan ekonomi, hingga eksploitasi alam sembari mendorong Gereja untuk tidak terjebak dalam eksklusivitas atau superioritas, tetapi menjadi pelayan kasih dan harapan.
“Pelayanan Petrus dibedakan oleh kasih yang rela berkorban. Ini bukan tentang kekuasaan atau propaganda, melainkan mengasihi seperti Yesus mengasihi,” ujarnya.
Baca Juga: Paus Fransiskus: Gereja Bukan Soal Mayoritas, Tapi Umat Allah yang Berjalan Bersama
Paus Leo XIV mengakhiri pesannya dengan mengundang seluruh umat manusia, dari berbagai keyakinan dan latar belakang, untuk bersama-sama “berjalan menuju Tuhan dan saling mengasihi.”
Misa pelantikan ini menjadi awal baru bagi Gereja Katolik, yang kini kembali memiliki seorang gembala di tengah dunia yang haus akan kedamaian dan harapan.***






