Paus Leo XIV Tegaskan Gereja Harus Berubah: Tinggalkan Ego, Rangkul yang Tersisih

  • Bagikan
Paus Leo menyapa seorang biarawan Vallumbrosan. (Tenaers/Vatican News)
Paus Leo menyapa seorang biarawan Vallumbrosan. (Tenaers/Vatican News)
WhatsApp Channel Banner

Meski demikian, menurutnya, Injil yang dihidupi sine glossa tanpa polesan atau kompromi tetap memiliki daya untuk mengubah dan menyebarkan keharuman kasih Kristus.

Paus juga mengingatkan bahwa jalan pembaruan Gereja telah ditekankan sejak Konsili Vatikan II, dan terus ditekankan oleh para pendahulunya, termasuk Paus Paulus VI pada 1973 dan Paus Fransiskus di era sekarang.

Baca Juga: Tangis dan Gotong Royong di Gereja Katolik St Yoseph Saronsong: Plafon Roboh, Misa Pindah ke Aula

“Pembaruan ordo-ordo religius dan aggiornamento Gereja, baik di kalangan klerus maupun awam, merupakan agenda penting dan mendesak,” tegas Paus, mengutip kembali refleksi Paulus VI.

Ia mengajak Kongregasi Vallumbrosan, serta para pengikut spiritual Santo Benediktus di seluruh dunia, untuk terus memperkuat persekutuan, terbuka terhadap dunia, dan tidak kehilangan arah dalam semangat Aturan Benediktin yang telah membawa buah-buah kekudusan selama berabad-abad.

“Jangan biarkan apa pun menghalangi kalian dari panggilan awal untuk mereformasi, memperbarui, dan menyederhanakan,” pesan Paus menutup pertemuan, “demi kebaikan semua orang, demi kehidupan Kristen yang masih memiliki kekuatan untuk memperluas cakrawala dan napas keberadaan manusia.”***

  • Bagikan