TENAERS – Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa.
Deretan pantai eksotis, danau berwarna toska, air terjun alami hingga kampung adat unik menjadikan wilayah ini salah satu surga tersembunyi di Indonesia Timur.
Namun sayangnya, keindahan ini belum mampu dioptimalkan menjadi sumber pendapatan daerah yang signifikan.
Baca Juga: Motor Imam Katolik di Sumba Dicuri, Ditemukan di Semak-Semak!
Beberapa lokasi wisata seperti Danau Weekuri (Waikuri), Pantai Mandorak, Air Terjun Weekacura hingga Kampung Adat Ratenggaro telah lama dikenal publik dan bahkan viral di media sosial.
Foto-foto keindahan alam SBD kerap menghiasi laman-laman digital para pelancong dan influencer.
Meski demikian, kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih tergolong minim.
Baca Juga: Inilah Penampakan Saat Oknum Pejabat Dinas P dan K SBD Datangi Sekolah, Diberi Kain Adat dan Amplop
Data mencatat, pada tahun 2024 total PAD dari dua destinasi wisata unggulan yakni Danau Waikuri dan Pantai Mananga Aba hanya mencapai Rp135.022.000.
Angka ini sangat kecil bila dibandingkan dengan potensi wisata yang ditawarkan dan besarnya arus wisatawan yang datang setiap tahun.
Masalah utama yang muncul di lapangan adalah rendahnya kualitas infrastruktur penunjang di kawasan wisata.
Sebagian besar akses jalan ke lokasi-lokasi tersebut masih belum memadai, bahkan ada yang sulit dilewati saat musim hujan.
Sarana seperti toilet, tempat parkir resmi, papan informasi hingga jaringan air bersih juga masih sangat terbatas.






