Ironi Jaringan Lelet: Antara Keterbatasan, Ketahanan, dan Kelalaian Pembangunan

  • Bagikan
Ilustrasi Jaringan Lemah. (Tenaers/Maksi Tena)
Ilustrasi Jaringan Lemah. (Tenaers/Maksi Tena)
WhatsApp Channel Banner

Baca Juga: Pantai SBD Dikuasai Investor! DPRD Desak Perda, Tanah Mangkrak 5 Tahun Harus Diambil Alih

Ketika sebagian masyarakat menikmati internet berkecepatan tinggi untuk belajar, bekerja, dan berbisnis, sebagian lainnya harus berjuang hanya untuk mengunduh materi sekolah atau mencari informasi dasar.

Di sektor pendidikan, keterbatasan jaringan menjadi hambatan serius. Banyak pelajar kesulitan mengikuti pembelajaran digital yang kini menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan modern.

Hal ini menciptakan jurang kesenjangan kualitas pendidikan antara wilayah maju dan daerah terpencil.

Baca Juga: Listrik di NTT Padam, Layanan KTP dan KK Ikut Lumpuh! Ini Tanggal Pelayanan Dibuka Lagi

Dalam sektor ekonomi, jaringan yang lambat juga membatasi peluang masyarakat untuk terlibat dalam ekonomi digital.

Padahal, internet seharusnya menjadi jembatan bagi masyarakat daerah untuk menjangkau pasar yang lebih luas, memasarkan produk lokal, hingga membuka peluang kerja jarak jauh.

Kondisi ini menunjukkan bahwa jaringan lelet memiliki dua wajah. Di satu sisi, ia melahirkan ketahanan mental, kreativitas, dan kebijaksanaan dalam penggunaan teknologi.

Baca Juga:Bukan Perang Biasa! Tradisi Pasola di Lamboya Ini Bikin Jantung Deg-degan

Di sisi lain, ia menjadi simbol ketidakmerataan pembangunan yang berpotensi memperlebar kesenjangan sosial.

Masyarakat di daerah terpencil selama ini telah membuktikan bahwa mereka mampu bertahan dalam keterbatasan. Namun, ketahanan bukan berarti mereka harus terus hidup dalam keterbelakangan infrastruktur.

Ketangguhan masyarakat seharusnya menjadi alasan untuk mempercepat pembangunan, bukan justru dijadikan pembenaran untuk membiarkan ketimpangan terus terjadi.

Internet hari ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan bagian dari hak dasar dalam memperoleh informasi, pendidikan, dan peluang ekonomi.

Ketika akses tersebut tidak merata, maka yang terjadi bukan hanya keterlambatan teknologi, tetapi juga keterlambatan masa depan generasi muda di daerah.***

Terima kasih 🙏 Anda akan diarahkan ke DANA
  • Bagikan