“Kehadiran beliau bawa dampak positif. Anak-anak lebih semangat, guru-guru juga terbantu dalam membentuk karakter,” jelasnya.
Para siswa pun akui cara mengajar Bernadus gampang dipahami.
“Pak Bernadus kalau mengajar sabar sekali. Penjelasannya gampang dimengerti,” ujar Gideon, siswa kelas X SMA Kristen Weekerou.
Baca Juga:Status NIP PPPK 2025 Muncul ‘Berkas Tidak Sesuai’? Begini Cara Cepat Atasi Masalah di MOLA BKN
Bukan hanya itu, kalau ada siswa tidak masuk sekolah, Bernadus rela datang ke rumahnya untuk memastikan keadaan mereka. Orang tua pun merasa dihargai.
Di luar sawah dan sekolah, warga Kecamatan Loli menilai keberadaan Bernadus sangat berharga.
“Beliau bukan hanya polisi, tapi juga bagian dari masyarakat. Kami merasa dekat dengan beliau,” ungkap seorang warga.
Baca Juga:Tak Perlu Sarjana! Ini Daftar Formasi CPNS 2026 Khusus SMA dengan Gaji Fantastis
Teladan Bagi Polisi Lain
Lewat kiprahnya, Bernadus membuktikan bahwa pengabdian polisi bisa lewat banyak jalan tidak hanya soal keamanan, tapi juga pendidikan dan pangan.
Ia hadir sebagai pendidik, pembina, sekaligus sahabat masyarakat.
Bagi warga Sumba, sosok Bernadus jadi bukti nyata bahwa polisi bisa melayani dengan hati, bukan hanya dengan seragam.***






