Bukan Sekadar Toko, NTT Mart Jadi Pusat Transaksi UMKM SBD, ASN Wajib Belanja Produk Lokal

  • Bagikan
Bukan Sekadar Toko, NTT Mart Jadi Pusat Transaksi UMKM SBD, ASN Wajib Belanja Produk Lokal
Bukan Sekadar Toko, NTT Mart Jadi Pusat Transaksi UMKM SBD, ASN Wajib Belanja Produk Lokal. (Tenaers/Yanto Tena)
WhatsApp Channel Banner

TENAERS — Kehadiran NTT Mart di Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), tak sekadar menjadi tempat penjualan produk lokal.

Lebih dari itu, NTT Mart diproyeksikan sebagai pusat transaksi dan penggerak ekonomi daerah berbasis UMKM dan IKM unggulan Sumba Barat Daya.

Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Flouri Rita Wuisan, mengatakan NTT Mart merupakan ruang strategis tempat terjadinya transaksi nyata antara produsen lokal dan konsumen.

Baca Juga: NTT Mart Diresmikan, UMKM Sumba Barat Dapat Pasar Baru, Ini Pesan Tegas Gubernur NTT

Seluruh produk yang dipasarkan berasal dari masyarakat setempat, mulai dari kerajinan hingga pangan olahan berkemasan.

“NTT Mart ini bukan hanya etalase, tetapi pusat transaksi. Produk-produk unggulan daerah berasal dari masyarakat Sumba Barat Daya. Mereka bukan lagi disebut pelanggan, melainkan pengusaha,” ujar Flouri saat peresmian, Rabu, 17 Desember 2025.

Saat ini, NTT Mart Tambolaka menampung 1.441 produk yang dihasilkan oleh 30 UMKM dengan 78 item kerajinan serta 14 IKM pangan berkemasan.

Baca Juga: 7 Jurusan Kekinian di Unmaris Sumba, Salah Satunya Cuma Ada di NTT!

Keberadaan NTT Mart diharapkan mampu memperkuat hilirisasi ekonomi daerah sejalan dengan visi pembangunan Provinsi NTT.

Flouri menjelaskan pemerintah provinsi mendorong konsep One Village One Product, One School One Product, dan One Community One Product agar setiap wilayah menghasilkan produk unggulan bernilai ekonomi.

Seluruh produk tersebut diarahkan untuk dipasarkan melalui NTT Mart sebagai saluran distribusi resmi.

  • Bagikan