Baca Juga: Anak Sumba Barat Daya Bisa Kuliah Gratis S1, Dapat Uang Saku Rp5,7 Juta per Semester
Untuk memastikan perputaran ekonomi berjalan, pemerintah menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya dengan mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi NTT untuk membeli produk lokal melalui NTT Mart.
Selain itu, restoran dan rumah makan juga didorong menyajikan pangan lokal yang dipasok dari NTT Mart.
“Setiap transaksi akan dicatat dan dilaporkan. Kita ingin aktivitas ekonomi ini berjalan terus, bukan hanya ramai di hari peresmian,” kata Flouri.
Baca Juga: Trembesi Jaga Mata Air, 15 Petani di Sumba Barat Daya Manfaatkan Ribuan Bibit dari Provinsi
Kabupaten Sumba Barat Daya dinilai memiliki posisi strategis karena didukung infrastruktur pelabuhan, bandara, serta konektivitas penerbangan ke Bali hingga lima kali sehari.
Kondisi ini membuka peluang produk UMKM SBD menembus pasar nasional hingga internasional.
Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Dominikus Alphawan Rangga Kaka, mengatakan kehadiran NTT Mart merupakan bentuk dukungan pemerintah provinsi terhadap kemajuan ekonomi daerah dan penguatan pangan lokal.
Baca Juga: Agus Priatmono Beberkan Fondasi Baru Bandara Lede Kalumbang, Ini Kata Para Tokoh
“NTT Mart membuka akses pasar bagi pelaku UMKM yang selama ini menjadi persoalan utama. Kami berharap ini menjadi etalase dan ruang tumbuh menuju kesejahteraan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten SBD, lanjut Angga Kaka sapaan akrabnya, berkomitmen membangun sinergi dengan pemerintah provinsi, Dekranasda, dan pelaku UMKM agar NTT Mart menjadi ruang ekonomi yang hidup, kuat, dan berkelanjutan bagi masyarakat Sumba Barat Daya.***






