Selain memenuhi gizi keluarga dengan konsep B2SA (beragam, berimbang, sehat, dan aman), program ini juga diarahkan untuk mencegah stunting, gizi buruk, serta meningkatkan penghasilan rumah tangga miskin.
Hasil dari ternak, ikan, dan kebun hortikultura dapat dijual sehingga menambah penghasilan.
Baca Juga:Bukan Polisi Biasa! Aipda Bernadus Bikin Warga Sumba Bangga, Lihat Apa yang Dilakukannya
Lebih jauh, PK-POM Model juga membekali penerima manfaat dengan pelatihan dan pendampingan teknis, mulai dari budidaya telur asin, produksi saus tomat, hingga pengolahan ikan lele dalam kemasan.
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya diberi fasilitas, tetapi juga keterampilan untuk benar-benar mandiri.
Bupati menegaskan, kunci dari program ini ada pada kolaborasi lintas sektor atau yang disebut KISS (Kolaborasi, Integrasi, Sinergitas, dan Sustainable).
Setidaknya ada 20 pihak yang terlibat, mulai dari OPD, perbankan, BUMN, BUMD, hingga TNI/Polri.
βIni gerakan besar. Kalau semua pihak bersatu, kemiskinan di Sumba Tengah bisa kita turunkan hingga 2 persen setiap tahun. Pada 2030 nanti, target kita tingkat kemiskinan tinggal 20 sampai 25 persen,β ujar Paulus.***





