Baginya, kesempatan untuk berbuat baik bagi desa adalah hal yang patut disyukuri.
“Kalau untuk generasi mendatang, kenapa tidak berbuat baik,” tambahnya.
Langkah Mateus menjadi sorotan karena dilakukan saat kondisi keuangan desa tidak sepenuhnya ideal.
Baca Juga: Sumba Timur di Papan Tengah NTT: Kemiskinan Turun, Tapi 1 dari 4 Warga Masih Hidup Sulit
Desa Magho Linyo sebelumnya menerima Dana Desa sebesar Rp1,2 miliar.
Namun, anggaran itu mengalami pemotongan hingga sekitar Rp800 juta, sehingga dana yang tersisa kini berkisar Rp500 juta.
Meski demikian, pembangunan fasilitas ekonomi seperti koperasi dinilai tetap penting sebagai upaya mendorong kemandirian desa.
Baca Juga: NTT Mart Diresmikan, UMKM Sumba Barat Dapat Pasar Baru, Ini Pesan Tegas Gubernur NTT
Kehadiran KDMP diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi warga, terutama dalam mendukung usaha kecil dan aktivitas simpan pinjam masyarakat.
Pemerintah desa berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan kepala desa dapat memotivasi masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam pembangunan, baik melalui tenaga, pikiran, maupun dukungan lainnya.
Dengan berdirinya gedung koperasi nantinya, Desa Magho Linyo diharapkan tidak hanya memiliki sarana ekonomi baru, tetapi juga mewarisi nilai keteladanan tentang pentingnya pengabdian dan kepedulian terhadap masa depan desa.***






