TENAERS – BLK Don Bosco Sumba melakukan uji coba Online Smart Irrigation System, teknologi pertanian berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung pertanian cerdas di wilayah pedesaan.
Program ini mengintegrasikan data cuaca dari stasiun cuaca lokal dengan sistem irigasi otomatis yang memanfaatkan OPSPIT (Open Source Solar Powered Irrigation Tool).
Inovasi tersebut dirancang untuk membantu petani menghadapi tantangan perubahan iklim, keterbatasan air, dan meningkatkan produktivitas lahan, khususnya di wilayah kering seperti Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).
Baca Juga: 15 Warga Rentan Ditempa Jadi Pekerja Terampil, BLK Don Bosco Hadirkan Peluang Hidup Baru
Sistem OPSPIT bekerja menggunakan sensor yang dipasang di lahan pertanian untuk memantau kondisi secara langsung, mulai dari suhu udara, kelembapan, hingga kondisi tanah.
Seluruh data kemudian dikirim ke mikroprosesor dan diolah secara real time. Dengan demikian, petani dapat memantau kondisi lahan sekaligus mengatur kebutuhan air tanaman secara lebih tepat, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui sistem ini, penyiraman lahan dilakukan berdasarkan kebutuhan aktual tanaman, bukan lagi berdasarkan perkiraan.
Baca Juga: Dari Bambu Jadi Akses Digital, Menara Internet Ini Kini Berdiri di BLK Don Bosco Sumba
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi pemborosan air, menekan risiko gagal panen, serta meningkatkan hasil produksi di tengah kondisi cuaca yang semakin tidak menentu.
Keunggulan lain dari inovasi ini adalah penggunaan energi surya sebagai sumber daya utama.
Hal ini menjadikan sistem sangat sesuai diterapkan di wilayah pedesaan yang memiliki intensitas sinar matahari tinggi namun masih terbatas akses listriknya.
Baca Juga: Dari Kenali Diri hingga Bahaya Pornografi: Program Rotary Ini Bikin Remaja Sumba ‘Tersadar’






