Baca Juga: Bumi Ini Rumah Bersama: Ketika Hutan Sumba Barat Daya Dibabat, Tambolaka Mulai Tergenang
Usai kejadian, Alfonsus Ngongo Laba bersama Mardianus Tako melarikan diri dari lokasi. Kabar kematian Ricardus dengan cepat menyebar, memicu amarah keluarga dan warga sekitar.
Tak lama berselang, situasi semakin memanas. Sebuah rumah milik pelaku dilaporkan dibakar oleh pihak keluarga korban.
Selain itu, satu unit sepeda motor milik Mardianus Tako juga ikut hangus dilalap api sebagai luapan emosi atas peristiwa berdarah tersebut.
Baca Juga:TNI–Polri Siaga Natal 2025 di SBD, Warga Diimbau Tertib Lalu Lintas dan Jaga Kedamaian
Aparat kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara. Polisi mengamankan lokasi, melakukan olah TKP, serta mendata korban, saksi, dan terduga pelaku guna mencegah konflik susulan.
Polisi juga telah mengamankan terduga pelaku dan menyatakan akan memproses kasus ini sesuai hukum yang berlaku.
Sejumlah saksi dijadwalkan menjalani pemeriksaan untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian.
Baca Juga:Pdt Irene Tegaskan Bijak Bermedsos Jelang Natal 2025: Hoaks Bisa Picu Perpecahan
Kepala Seksi Humas Polres Sumba Barat Daya, AKP Bernardus Mbili Kandi, membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar telah terjadi tindak pidana penyerangan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia. Saat ini terduga pelaku sudah diamankan dan kami masih melakukan pemeriksaan terhadap para saksi untuk melengkapi penyidikan,” kata Bernardus, Kamis, 1 Januari 2026.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa konsumsi minuman keras dan emosi yang tak terkendali dapat berujung pada hilangnya nyawa.
Awal tahun yang seharusnya diisi dengan doa dan harapan, justru dibuka dengan duka mendalam bagi warga Sumba Barat Daya.
Perkembangan lebih lanjut terkait penanganan kasus ini akan disampaikan pihak kepolisian kepada publik.***






