TENAERS – Dulu, setiap kali musim kemarau tiba, jalur Karipi–Janggamangu di Kabupaten Sumba Timur, NTT hanya menyisakan kepulan debu dan batu-batu lepas yang membuat perjalanan terasa seperti ujian kesabaran.
Saat musim hujan datang, jalan berubah menjadi lumpur licin yang sulit dilalui kendaraan. Kini, pemandangan itu perlahan berganti menjadi hamparan aspal hitam mengilap.
Ruas yang dikenal luas dengan sebutan Jalan Padanjara itu tengah mengalami transformasi besar. Proyek peningkatan jalan sepanjang 7,62 kilometer ini ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.
Baca Juga: Akhirnya Terang! Jalur Gelap Menuju RSUD Reda Bolo Segera Disulap Jadi Jalan Bercahaya
Jalur yang dulu dijuluki “jalur neraka” kini mulai berubah menjadi akses vital yang menautkan berbagai wilayah selatan Sumba Timur seperti Ngadu Nggala, Karera, dan Pinupahar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumba Timur, Yohanis Njurumana, menjelaskan bahwa proyek ini menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur tahun 2025.
Ia menyebut, selain meningkatkan akses transportasi, jalan ini juga menjadi penyambung urat nadi ekonomi masyarakat selatan.
Baca Juga: Dikira Orang Mabuk, Warga Kaget Temukan Dua Remaja Tewas di Badan Jalan Wano Roto
Dana sebesar Rp7,24 miliar digelontorkan melalui APBD 2025 setelah sebelumnya anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) ditarik oleh pemerintah pusat.
Meski demikian, dia menjelaskan, pemerintah daerah tetap melanjutkan proyek ini dengan memanfaatkan dana insentif fiskal dan efisiensi dari Dana Alokasi Umum (DAU).






