Ia menegaskan bahwa sumber pendapatan daerah tidak hanya bergantung pada jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga pada sistem pengelolaan di lokasi wisata itu sendiri.
Baca Juga: Bukan Sekadar Toko, NTT Mart Jadi Pusat Transaksi UMKM SBD, ASN Wajib Belanja Produk Lokal
Ia mencontohkan sejumlah destinasi alam di SBD seperti Danau Weekuri dan Pantai Mananga Aba yang mulai ditata.
Namun, ia mengingatkan agar wisata budaya seperti Pasola juga mendapat perhatian serius.
“Kenapa Bali bisa maju, sementara Sumba ini sudah pernah diakui dunia sebagai pulau terindah dan beberapa tahun terakhir juga masuk daftar destinasi yang wajib dikunjungi,” ujarnya.
Baca Juga: NTT Mart Diresmikan, UMKM Sumba Barat Dapat Pasar Baru, Ini Pesan Tegas Gubernur NTT
Selain infrastruktur, Tobias juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Menurut dia, kesiapan SDM sangat berpengaruh terhadap citra daerah di mata wisatawan.
Ia menilai, kekhawatiran wisatawan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan harus dijawab dengan pengelolaan yang lebih tertib, aman, dan profesional.
Baca Juga: Guncangan Kuat! Gempa Magnitudo 5,0 Goyang Sumba Timur, Warga Panik Keluar Rumah!
“Citra buruk harus dihapus dan kita mulai dengan hal-hal baru di era sekarang yang sudah serba teknologi,” kata Ketua Fraksi PKB DPRD SBD itu.
Tobias menambahkan, gagasan pengelolaan Pasola secara lebih modern sebenarnya sudah pernah ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada 2022.
Ia berharap ke depan seluruh pihak bisa bersatu memikirkan pengembangan pariwisata budaya sebagai sumber pendapatan berkelanjutan bagi daerah.***






