Pasola Bondo Kawango Diserbu 10 Ribu Penonton, Teriakan Histeris Pecah Saat Lembing Mengenai Penunggang

  • Bagikan
Pasola Bondo Kawango Diserbu 10 Ribu Penonton, Teriakan Histeris Pecah Saat Lembing Mengenai Penunggang
Pasola Bondo Kawango Diserbu 10 Ribu Penonton, Teriakan Histeris Pecah Saat Lembing Mengenai Penunggang. (Tenaers/Yanto Tena)
WhatsApp Channel Banner

TENAERS – Atraksi budaya Pasola kembali menyedot perhatian ribuan warga dan wisatawan di Lapangan Bondo Kawango, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, Selasa, 10 Februari 2026.

Lebih dari 10.000 penonton memadati lokasi sejak pagi untuk menyaksikan ritual perang adat berkuda yang sarat makna spiritual tersebut.

Sorak sorai penonton menggema di seluruh arena saat dua kelompok laki-laki berkuda saling berhadapan melempar lembing kayu dalam tradisi yang telah diwariskan turun-temurun itu.

Baca Juga: Mengapa Pasola Tidak Boleh Dimulai Sebelum Kuda Nyale Datang? Ini Makna Sakralnya

Suasana sempat menegang ketika beberapa penunggang terlihat terkena lemparan lembing, memicu teriakan histeris dari penonton yang menyaksikan langsung dari tepi lapangan.

Meski berlangsung sengit, pelaksanaan Pasola tetap berjalan dalam pengawasan ketat aparat gabungan TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Petugas tampak berjaga di berbagai titik guna memastikan keamanan peserta maupun penonton.

Baca Juga: Pasola Homba Kalayo Tahun Ini Lebih Tertib! Pengunjung Puas, Fotografer Kebanjiran Order

Atraksi Pasola di Bondo Kawang merupakan rangkaian kedua tahun ini. Sehari sebelumnya, Senin, 9 Februari 2026, Pasola juga digelar di Homba Kalayo, Kecamatan Kodi Bangedo, dan berlangsung meriah serta tertib.

Salah satu pengunjung, Paul Meltri, menegaskan bahwa Pasola bukan sekadar tontonan wisata, tetapi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sumba.

“Budaya adalah warisan leluhur yang wajib kita jaga dan lestarikan. Pasola mengajarkan keberanian, sportivitas, dan penghormatan terhadap tradisi yang sudah ada jauh sebelum kita lahir,” ujar Paul.

Baca Juga: Desa Tebara Wakili Indonesia di Forum ASEAN 2026, Tenun Sumba Raih Penghargaan Bergengsi

Terima kasih 🙏 Anda akan diarahkan ke DANA
  • Bagikan