Namun, saat ditanya siapa pihak yang menyuplai makanan MBG ke sekolah-sekolah, Bupati mengaku belum mengetahuinya.
“Nanti saya tanya Pak Cristian dulu, baru tahu siapa yang mengadakan MBG ini,” ujar Ratu Wulla.
Ratu Wulla juga menekankan pentingnya tes makanan (food testing) sebelum makanan didistribusikan ke pelajar agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca Juga: 7 Resep Daging Sapi Super Empuk yang Bikin Ketagihan, Nomor 3 Favorit Keluarga!
“Kita berharap program yang bagus ini tidak menimbulkan opini buruk karena masalah teknis dari penyedia. Harus ada sterilisasi dan uji makanan setiap hari,” katanya.
Meski belum ada pernyataan resmi dari Dinas Kesehatan, dugaan awal mengarah pada ikan tongkol yang diduga tidak dibersihkan atau disimpan dengan baik.
Ikan jenis ini dapat menyebabkan keracunan histamin jika tidak ditangani secara higienis.
Baca Juga: Inilah Penampakan Saat Oknum Pejabat Dinas P dan K SBD Datangi Sekolah, Diberi Kain Adat dan Amplop
Gejala seperti gatal, mual, muntah, hingga pingsan sesuai dengan gejala keracunan histamin, yang umumnya tidak hilang meskipun ikan telah dimasak.
Pihak rumah sakit dan dinas terkait telah mengambil sampel makanan untuk pengujian laboratorium.
Sementara itu, distribusi MBG ke sekolah-sekolah untuk sementara dihentikan.***






