Keributan Seusai Shalat Jumat di Waitabula, Oknum ASN Bawa Samurai Terseret Kasus Dugaan Penganiayaan

  • Bagikan
Ustad Astatan Abdulrahman
Ustad Astatan Abdulrahman. (Tenaers/Yanto Tena)
WhatsApp Channel Banner

Baca Juga: Bupati Sumba Tengah dan KUPP Waikelo Sepakat Kembangkan Pelabuhan Kapulit Mamboro

Menurutnya, teguran itu dilakukan karena ia menilai tindakan tersebut kurang tepat dilakukan di dalam masjid saat khutbah berlangsung.

Selain teriakan itu, Astatan juga menyebut Yusuf kembali bersuara dengan mengucapkan “amin” sebelum doa khutbah selesai dibacakan.

“Seharusnya ketika saya berdoa baru dia bilang amin. Tapi saat khutbah belum selesai dia sudah berteriak ‘amin-amin’,” ujarnya.

Baca Juga: Belum 24 Jam Menikmati Hasil Curian, Polisi di Sumba Barat Sudah Datang! Kuda Langsung Disita

Usai salat Jumat, Astatan bersama beberapa orang mendatangi rumah Yusuf untuk meminta penjelasan. Namun sebelum sampai di rumah, mereka justru bertemu di pinggir jalan saat Yusuf hendak berangkat bekerja.

Astatan mengatakan percakapan sempat terjadi di lokasi itu. Situasi kemudian memanas setelah salah seorang rekannya memukul helm yang dikenakan Yusuf dengan ujung jari.

Menurutnya, Yusuf kemudian berteriak meminta tolong sehingga sejumlah warga berdatangan ke lokasi. Salah satu yang datang adalah Jamal, yang disebut sebagai oknum aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya.

Baca Juga: Sumba Tengah Satu-satunya di Pulau Sumba Dapat Bantuan Kopi Robusta, Wabup: Ini Peluang Emas!

Astatan mengklaim Jamal datang dengan membawa senjata tajam jenis samurai. Ia mengatakan rekannya sempat dipukul menggunakan samurai yang masih berada di dalam sarung.

“Dia datang membawa samurai dan langsung mengayunkan ke arah adik saya. Pukulannya masih dalam sarung, tapi tetap membuat kami mundur,” katanya.

  • Bagikan
❤️ Suka artikelnya? Yuk traktir kopi