“Kapal dengan muatan 800 kiloliter Biosolar dijadwalkan sandar pada 16 Agustus 2025. Kami berharap distribusi segera lancar dan antrean panjang bisa terurai,” kata Ahad, Jumat, 15 Agustus 2025, dikutip dari Galeri Sumba.
Ahad mengungkapkan, permasalahan di lapangan tidak semata-mata akibat keterlambatan pasokan.
Aktivitas pengepul BBM bersubsidi untuk dijual kembali secara eceran disebut menjadi pemicu utama antrean panjang.
Baca Juga: Proyek Hotel Bintang 4 Ditolak Gerindra TTU: Utang Rp120 Miliar Bikin Rakyat Terbebani
“Peran lintas sektor sangat dibutuhkan agar pengguna langsung bisa memperoleh BBM sesuai haknya,” ujarnya.
Pertamina, kata Ahad, telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menertibkan pedagang eceran dan menolak penjualan BBM bersubsidi kepada pengepul.
Pertamina juga mengimbau masyarakat melaporkan dugaan pelanggaran di SPBU melalui Call Center 135.
“Pelayanan terbaik hanya bisa terwujud jika semua pihak ikut mengawasi penyaluran BBM bersubsidi,” pungkasnya.***






